Hasil copas dari beberapa website
Lelaki emang bangsaaaattt
Seorang gadis berusia 20-an menemui dr. Tomi, seorang dokter pakar jiwa.
“Dokter, saya merasa amat marah pada pacar saya sehingga saya memanggilnya lelaki bangsat. Ada
kalanya saya rasa dia keterlaluan, dan ada kalanya pula saya rasa memang patut saya memanggil
dia seperti itu..”
“Hmm.. panggilan itu memang hinaan yg agak melampaui batas untuk seseorang.. tapi, mungkin kamu
punya sebab tersendiri sehingga memangilnya demikian. Ceritakanlah kpd saya agar saya dapat
membantu..”
“Ya memang ada.. pd satu malam kami berduaan dalam mobil di tepi pantai. Dia pegang tangan
saya.”
“Dia pegang tangan kamu seperti ini?” dr Tomi memberi contoh.
“Ya. seperti yg dokter lakukan”
“Kalau hanya ini, tidak sepatutnya dia dipanggil bangsat dong. Itu tandanya dia tidak mau
Continue reading →