http://ahmadirfan.wordpress.com/2007/03/26/pacaranproses-penjajakan/ ===>> silahkan liat disini untuk versi lengkapnya.
Aduhh …. lebai abis dech ……
Here is the quote
Pacaran…..Proses Penjajakan …..
at | In remaja |Jangan salah persepsi. Tulisan ini sama sekali tidak membenarkan judul di atas. Hanya sebagai umpan untuk menarik perhatian pembaca.
Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).
Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).
Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).
Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.
Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.
Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.
Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.
Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.
Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!
Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.
Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.
Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”. Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.
Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.
Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.
Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.
Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di dalam kepala target.
Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.
“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.
“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.
Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…
Maka Anda target kami berikutnya!!!
Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.
Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …
Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!
Wallahua’lam bisshawab
by Budi Aridian – mp3 blogger
Nah … let’s comment it a little ….
Sebenarnya ini cara yang “lumayan bagus” (hahahahahhaha) untuk memperingati kaum wanita tentang bagaimana mereka harus berhati-hati terhadap kaum pria. Tapi ada satu kelemahan dari argumen-argumen diatas :
1. Dia mengeneralisasi tentang sikap pria yang “jahat”.
2. Atas generalisasinya aku bertanya “Ayah/bapak penulis argumen diatas pria bukan ?? Apakah ayah/bapak-nya penulis juga seperti itu (hahahhahahhaha)”.
3. Cukup tentang ayah/bapak, bagaimana dengan si penulis sendiri (jika penulis itu pria), atau saudara-saudara pria si penulis ????, kalo si penulis itu wanita, bagaimana dengan suaminya ???? c’mon lebai bangeet sech hehehhehe.
4. Cara menasehati yang cukup bagus tapi terlalu lebai, ingat yach (sekedar mengingatkan lho, berhubung si penulis banyak membahas tentang agama di blognya) “Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik (kayaknya dalam Islam itu ada khan, makannya aja gak baik lho kalo kebanyakan
)”.
5. Cukup ini dulu dech, saran buat penulis “Lebai banget sech lho
“
Filed under: Daily | Tagged: jangan terlalu dech, lebai, lebai abis





nice review…hehehe
hehehehe thx yach …… bukannya gak suka sech, tapi dalam Islam pun sesuatu yang berlebihan gak bagus khan ??
yupie huni buni…
sebelum menilai sesuatu itu berlebihan atau tidak……mari kita sama2 belajar Islam dahulu…
saya jg baru belajar…..dan dalam memposting sesuatu tidak akan ngaur…
karena segala sesuatunya akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah….
Hehehehe … sori bro .. tadi pagi macesempat bilang gini
“Liat mo ko itu , cw baek2 itu untuk co baek, cw aneh2 ya utk co aneh2 …. ” … [kt2 dah aku convert ke versi ku... hehehe ^_^]
awal ceritana begini :
Di tv trans lagi ada cerita tentang kawin na si puji ama si ulfa … trus muncul surat apa gitu aku lupa, ayat na sih 26 dech … ^__^
trus mace .. ngomong dech ke aku yg inti na kaya itu … hehehe …
…. hehehe intinya ….
Aku aza bingung … hehehehehehe ….
nach loh ……
@ ahmad irfan
sama2, jangan suka ngawur kalo memposting
@ mrcjr
walah …….. kok jadi si puji sech heheheheheh
walah …….. kok jadi si puji sech heheheheheh ???
– karena konon kabarnya dia mau mengikuti sunah nabi yg menikahi Aisyah saat dia masih umur 9 tahon … ^__^
(Ada yg tau ga kisah kenapa nabi menikahi Aisyah waktu itu yach ?? )
^__ ^
“”
hehehe …. jadi OOT nech, untung bkn di forum kalo ga dah di kick ……
ikut nebeng komen….
hasil survey ato pengalaman pribadi???
kasian tuch cewe, divonis dan ‘dihina’ sedemikian rupa, tanpa belas kasihan… jauh dari “cara” dakwah yg bijak, kaya’nya abis itu dia bunuh diri dech, kalo ga jd gila, kalo ga dia hajar tuch mulut yg ngomongin pake ulekan (coz dia lg ngulek sambel)……
bagaimana dengan para lelakinya???
bukannya diperintah Allah juga buat jaga tuch mata dari melototin yg muantep-muantep dan enak-enak…(bener ga bro) he..he..
gue rasa mending para lelakinya aja yg matanya dilem….
tapi….
menutup aurat seluruhnya kecuali muka dan telapak tangan bagi wanita dewasa adalah memang wajib (perintah Allah SWT), jika wanita itu tidak melaksanakan itu urusan dia dengan-Nya. Kita cukup menasihatinya dengan cara yang halus…
dan….
menjaga pandangan dari yg dilarang adalah juga wajib(perintah Allah SWT) bagi lelaki dewasa, bila tak dilaksanakan itu urusan dia dengan-Nya, cukup kita ingatkan dengan cara yang halus pula…
wis ya…inyong …….kabur>>>>>>>>>
sepakat !!!! bisa mati bunuh diri anaknya orang kalo di ceramahin kayak gitu …………
“bukannya diperintah Allah juga buat jaga tuch mata dari melototin yg muantep-muantep dan enak-enak…(bener ga bro) he..he..” >>>> sepakattttt abisssss