masih bingung judulnya apa

Cerbung pertamaku, sebuah gambaran dan memori

##################################

Sore itu begitu cerah, sekumpulan mahasiswa sedang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Lapangan basket, ada tiga buah lapangan, semuanya terisi dengan mahasiswa yang bermain basket. Dilapangan pertama, mereka sibuk latihan shooting, berbaris dan mencoba memasukkan tembakan 3 angka, pada lapangan kedua, di kedua buah ringnya terlihat 6 orang sedang asyik bermain 3 on 3, lapangan berikutnya berisi sekelompok mahasiswa yang lagi berpeluhan keringat melatih teknik dan fisik mereka.

Sore itu nampak seperti sore-sore sebelumnya, pusak kegiatan mahasiswa (PKM) itu nampak dipenuhi oleh mahasiswa yang sedang menikmati aktifitas mereka masing-masing.

Di lapangan volly, latihan receive dan spike sedang berlangsung dengan penuh semangat dan canda tawa, mereka terlihat sangat menikmatinya, dan sekelompok mahasiswa lainnya sedang melintas dengan membawa perlengkapan hockey sambil berbincang dan tertawa-tawa ringan.

Pada lapangan bola kaki (bola) mereka sedang berlatih passing, sebagian lagi sedang berlatih berlari-berhenti (dash-stop) di bagian pinggir lapangan bola. Belum lagi terdengar suara-suara yang penuh semangat dari para cheerleader yang sedang asyik dan sangat menikmati latihan mereka.

Sore itu teramat cerah.

Sekelompok mahiswa yang berpakaian hitam-hitam sedang berlatih bantingan dan tangkapan, mereka terlihat begitu serius dan penuh konsentrasi, beralaskan rumput disamping lapangan volly, mereka seakan begitu menikmati latihan mereka sore itu.

Sore itu sore yang cerah.

Dalam gedung PKM yang berlantai dua juga penuh dengan aktifitas yang penuh semangat.

Disudut gedung PKM, dilantai dua, terlihat seseorang yang sedang berdiri dibawah sinar matahari sore, memandangi kearah lapangan basket,lapangan volly dan tempat berlatih mereka yang berpakain hitam silih berganti, tatapannya terlihat kosong, ia berdiri kemudian duduk diatas tembok (yang tingginya 30 cm).

Matanya kini tertuju pada kelompok yang berpakain hitam-hitam yang kini sedang melakukan latih tanding.

“Hei” tegur seseorang sambil menepuk pundaknya. Ia menoleh perlahan.

“Kenapa sih lu ?, kok kayak malas gitu ?” uajr yang menegurnya tadi lagi sambil duduk disampingnya dan melihat kearah yang sama dengannya.

“Ah nggak kok” jawabnya tanpa melepas pandangannya dari mereka yang sedang berlatih tanding. Akhirnya mereka berdua terdiam sambil memandangi latih tanding itu.

Sore itu cerah.

“Latihan yuk”

“Nanti aja ah”

“Tumben lu”

Keduanya kembali terdiam.

“Gak usah dipikirin lah Jul, gw juga pernah kalah kok” ujarnya sambil melangkah meninggalnya. Ijul mengalihkan pandangannya.

“Bukan, bukan itu masalahnya Ko, bukan itu”.

“Terus apa dong, udah beberapa hari ini elu gak latihan.” Ia menghentikan langkahnya.

“Kayaknya latihanku ada yang kurang dech”

“Kalo gitu tambah, simple khan ?”

“Itu masalahnya, gw gak tau apa yang kurang”

“Halah, elu emang selalu begitu”.

Ia berdiri mendekati sahabatnya itu, tanpa aba-aba dia langsung melayangkan sebuah tendangan (dolyu chagi) dan sahabatnya itu langsung melakukan side step (step samping) kecil dan membalasnya (counter) dengan tendangan belakang (dwi chagi).

“ukh ……….” ia terkena telak di perut.

“Hah, makanya jangan malas latihan hahahahhaha”.

Keduanya melangkah kedalam gedung, lantai pertama, bentuknya melingkar dengan tiang-tiang penyangga yang kokoh, di tengah-tengah lingkaran terletak tempat latihan dengan lantai kayu, sangat menyolok dibandingakan bagian lainnya yang berlantaikan tegel.

— bersambung —-

##ideku habis, ngantuk :)

4 Responses

  1. lama banget sambungan naa… :)

  2. heheheh belum dapat ide mo lanjutnya :)

  3. ceritanya kurang flow, u’re not involving urself in it…u’re outside makanya ga hidup…ups, sok tau.com..hehehe

  4. hem ……….. dalem …..

    masukan yg sangat berharga …..

Leave a Reply