Nach kita mulai dari mana yach
ok ….. kita mulai dari http://serendipity55.wordpress.com/2009/04/15/is-your-emotion-as-your-id/ …… sorry yach seren …. seperti biasa, kali ini gw gak sepakat (lagi) dengan pemikiran si Adi, sayangnya di web-nya dia gak ada kesempatan untuk berdiskusi sech, cmiiw.
Ini satu contoh nyata. Seorang klien saya, sebut saja Pak Budi, pernah berbisnis dengan rekannya. Dua kali Pak Budi ditipu dan dikhianati oleh rekannya. Dua kali pula Pak Budi marah besar, sangat kecewa, dan terluka. Cukup lama Pak Budi berusaha melepas emosi negatifnya terhadap kawannya. Tetap tidak bisa. Sampai saya membantunya, dengan teknik tertentu, melepas emosi itu untuk selamanya. Begitu emosinya berhasil di-release, Pak Budi merasa begitu lega, tenang, damai, sabar,dan benar-benar nyaman.
Saat ini bila Pak Budi bertemu rekannya ia bisa berbicara, bergurau, dan berdiskusi dengan tenang, nyaman, sama sekali tidak ada perasaan negatif.
“Lho, kok bisa. Bukankah klien ini masih ingat kejadian bahwa ia ditipu kawannya. Bahkan sampai dua kali?”
Benar. Pak Budi tetap bisa mengingat semuanya. Namun saya telah menetralisir emosi yang sebelumnya melekat di memorinya. Jadi, ia tetap bisa mengingat namun tidak ada emosi negatif lagi. Bahkan Pak Budi bisa berterima kasih, tentunya hanya di dalam hati dan tidak disampaikan secara terbuka, kepada rekan yang telah menipunya karena telah mengajarkan pelajaran hidup yang sangat berharga. Pelajaran ini selanjutnya digunakan untuk mengembangkan dirinya dan meningkatkan kebijaksanaan klien saya.
Pada dasarnya, si Budi ini aneh banget. Pertama (menurut saya sech cerita ini murni rekayasa) si Budi (ini budi, ini bapak budi wakakakakka), sebenarnya pebisnis ato orang bodoh ????, kok sampe dua kali ditipu ????. Tentang dia biasa berbicara, bergurau dan berdiskusi dengan nyaman tanpa perasaan negatif, walah …. lu kate si budi ini robot ???? there is no such things oiii …. .
Pak Budi saat ini justru sangat kagum pada rekannya. Mengapa kagum? Karena rekannya ini sukses menipu dirinya sampai dua kali. Luar biasa, kan? Ini yang disebut dengan peningkatan level kesadaran diri dan ekspansi kesadaran.
Wahahahahahahha ………… ini yang disebut kagum ???? halus sekali kata-katamu nak, itu yang disebut bodoh kaleeee …. .
Luar biasa, kan? Ini yang disebut dengan peningkatan level kesadaran diri dan ekspansi kesadaran. <<<<< wakakakakkakakkakakakaka ngasal dech ngomongnya wakakakakkakaka, kalo lu disebut dengan “peningkatan level kesadaran diri dan ekspansi kesadaran“ gw juga punya istilah nech “Itu namanya nyadar, setelah jatuh dari lobang” wakakakakkakakka.
Bisa. Bila kita menerima tawaran ini maka yang bermain adalah dua jenis value. Value pertama adalah value tentang kesetiaan, integritas, dan kejujuran. Anda tahu rekan anda tidak jujur pada anda. Di sisi lain, ada value lain, yang ngurusin duit, yang berkata, “Hei, biarpun dia pernah nipu kamu, tapi tawarannya kali ini bisa memberikan hasil yang sangat besar. Nggak apa-apa deh kamu marah sama dia. Yang penting duitnya bisa didapat.”
Anda lihat bagaimana dua value sedang “bertempur”. Yang menjadi pemenang adalah value yang berhasil memunculkan emosi dengan bobot yang lebih berat. Jika perasaan marah atau terluka “bobotnya” kalah dengan perasan “nikmat” karena punya uang banyak maka anda akan menerima tawaran kerjasama itu. Demikian pula sebaliknya. Bila emosi marah ini lebih kuat daripada perasaan “nikmat” punya uang banyak maka anda pasti akan menolak tawaran kerjasama.
Anda jelas sekarang? Ingat, seperti yang selalu saya sampaikan, “Value adalah timbangan mental yang menentukan setiap keputusan yang kita buat.”
Yang ini sama seperti diatas, terlalu memaksakan.Anda lihat bagaimana dua value sedang “bertempur”. Jika perasaan marah atau terluka “bobotnya” kalah dengan perasan “nikmat” karena punya uang banyak maka anda akan menerima tawaran kerjasama itu. Demikian pula sebaliknya. Bila emosi marah ini lebih kuat daripada perasaan “nikmat” punya uang banyak maka anda pasti akan menolak tawaran kerjasama.
Walah (liat yang aku tebalkan), jadi nentuin yang gituan pake perasaan ??? elo kaleeeeee ……….. wakakakakakakkakkakakaka (gubrakkkkkk ………. keasyikan ketawa). Gak salah tuch, bukannya pake pertimbangan untung/rugi dan teknik SWAT (waduh, salah tulis gak yahc ???) ???? wakakakakakkakakkakak ???. Gile ….. capek gw ketawa bacanya wakakakakkakaka.
Hati-hati dengan value anda. Kita perlu jeli melakukan pengamatan dan analisis terhadap value. Ini ada kisah klien saya yang lain, sebut saja Pak Johan. Klien ini berkata bahwa ia ingin membantu rekannya yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Untuk itu Pak Johan melakukan kerjasama bisnis dengan rekannya.
Bila dilihat sekilas tujuan Pak Johan sungguh mulia, ingin membantu rekan. Setelah satu tahun kerjasama mereka berakhir. Ujung-ujungnya Pak Johan berkata, “Ternyata value kita tidak cocok. Dulu waktu memulai kerjasama dengan rekan saya ini, hati saya nggak enak. Suara hati saya menolak. Tapi tetap saya teruskan. Bahkan istri saya pun berkata jangan. Tetap saya teruskan. Saya menyesal karena tidak mendengarkan suara hati saya dan intuisi istri saya.”
Selidik punya selidik ternyata saat Pak Johan menerima tawaran kerjasama, yang bermain adalah keserakahannya. Ia ingin dapat hasil yang sangat besar dalam waktu sesingkat-singkatnya. Keserakahan menutupi akal sehatnya dalam bentuk kamuflase “ketulusan” ingin membantu rekan yang mengalami kesulitan keuangan.
Ck.. ck.. ck.. anda lihat. Betapa halusnya permainan pikiran. Kalau tidak hati-hati kita bisa ditipu habis-habisan oleh pikiran. Ada yang mengatakan, “Mind is a very cruel master but a very useful servant”. Itulah sebabnya kita perlu berani bersikap jujur dan tegas kepada diri sendiri. Kita bukanlah pikiran kita. Kita bukanlah value kita. Dan kita juga bukan emosi kita.
Wakakakakkakakaka (sorry, gw ketawa dulu). Ini yang namanya “ruangan pengakuan dosa” bentuk pembenaran dari kesalahannya, so dengan begini dia bisa “merasa tenang”, wakakakakkakakkakakkaka. Apanya yang halus pak ???? Itu jelas dan nyata kok wakakakakkakakka, yang gitu perlu perancanaan yang terperinci wakakakakkakakakakaka hobi ngasal nech kalo ngomong !!!!.
Berikutnya si Adi ini mencoba membahas mengenai masalah kesurupan dari sudut pandang ilmunya dia (ck ck ck ck ck ck ck). Ehh … gak ngebahas dari sisi ilmunya si Adi ato dari sisi metafisik yach
.
Ok, kalau begitu, pertanyaannya, “Bagaimana dengan kesurupan masal yang sering diberitakan di media masa?”
Oh, ini jawabannya sama seperti penjelasan di atas. Coba anda amati. Yang seringkali mengalami kesurupan adalah murid kelas 3 SMP atau kelas 3 SMA dan biasanya wanita.Mengapa kelas 3 SMP atau 3 SMA?
Ya, karena mereka takut dan sangat tertekan dengan tingginya beban akademis, jam pelajaran yang sangat panjang yang melelahkan fisik dan mental, muatan pelajaran dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dan ditambah lagi adanya UN atau Ujian Nasional.
Mereka semua ketakutan. Mereka secara terus menerus mengalami tekanan mental. Hingga pada satu saat, karena sudah melebihi ambang batas toleransi, murid-murid ini, karena tidak bisa melawan (fight), akhirnya memilih lari (flight). Begitu ada satu orang kesurupan maka secara cepat menyebar ke rekan-rekannya. Ini sebenarnya bentuk histeria masal.
Saat “kesurupan” ini, yang sebenarnya kondisi deep trance, maka terjadilah abreaction atau keluarnya emosi yang selama ini tertekan (repressed emotion).
Dari berita-berita di media massa diketahui bahwa kebanyakan pelajar yang mengalami kesurupan adalah pelajar wanita. Dugaan itu didukung kenyataan serupa, berdasar penelitian Gaw, Ding, Levine, dan Gaw (1998) di Tiongkok.
Sumber : http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&mode=detil&ID=190
Masih ingat paham yang mengatakan mahluk hidup berasa dari benda mati ? itu loh yang melakukan percobaan dengan daging yang disimpan di botol (entah lah botol ato gelas ato yang lain) trus beberapa waktu kemudian ada ulat (ato mahluk hidup lainnya) dari daging itu ???. Nah si Adi ini melakukan kesalahan yang sama.
Dimana kesalahannya ????, dia terlalu memaksakan pola pikirnya (seperti biasanya lah ….) tanpa memperhatikan detail penting dari datanya sendiri, dalam kasus ini apa ? Bagaimana dengan kesurupan masal yang sering diberitakan di media masa.
Ada point aneh disini. Apa itu ??? coba baca yang aku qoute diatas, keyword-nya adalah kesurupan masal. Lha kok itu jadi keyword ???
Lihat ini :
Mengapa kelas 3 SMP atau 3 SMA?
Ya, karena mereka takut dan sangat tertekan dengan tingginya beban akademis, jam pelajaran yang sangat panjang yang melelahkan fisik dan mental, muatan pelajaran dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dan ditambah lagi adanya UN atau Ujian Nasional.
Tiap-tiap orang mempunya daya tahan yang berbeda, dan mempunyai solusi yang berbeda dalam menghadapi masalah, belum lagi perbedaan kondisi keluarga/lingkungan bergaul, mungkin juga pacar dan hobi, dan anehnya itu terjadi pada saat bersamaan, kalo kasusnya 2 ato 3 orang itu masih (masih lho, itu nilai toleransinya 10% kok
) ) bisa dimengerti penjelasannya si Adi ini, nach kalo sampe setengah kelas ????? teori si Adi ini udah gak berlaku lagi.
Dengan segala perbedaan itu (Tiap-tiap orang mempunya daya tahan yang berbeda, dan mempunyai solusi yang berbeda dalam menghadapi masalah, belum lagi perbedaan kondisi keluarga/lingkungan bergaul, mungkin juga pacar dan hobi, belum lagi faktor-faktor yang lain), kalo menurut teorinya si Adi, mereka bersamaan (bisa gitu ????) kehabisan daya tahan dan trance bareng (mungkin istilahnya diganti aja dari kesurupan masal jadi trance party wakakakkakakaka).
Satu lagi kesalahan fatal yang Adi buat, dia menganggap wanita lebih lemah. Jahhhhhhh ……….. wanita itu mahluk yang sangat kuat!!!!! Elu mesti tau hal itu Di (Adi).
Filed under: Daily





hi, prek..thanks dh cape2 bahas postingan om Adi..hehe
Soal emotion yg Adi bahas dan yg lu bahas ga ktm, krn dia melihat dr sisi psychologis sedangkan lu dr sisi ekonomi..
Kalo lu bilang si Budi, pengusaha yg bodoh..gw setuju! bahkan pengusaha itu cenderung gila krn mrk berani take a risk sometimes..
Soal kesurupan, hmm..meneketehe!
hi,dip ….. thanks juga juda udah mo komen. Aku bahas sisi emotion kok ….
Malah aku bahasnya sangat-sangat manusiawi lho ….
Soal kesurupan, hmm..meneketehe! >>> gw gak bahas dari sisi metafisika-nya , masa gak bisa keliatan kesalahannya si Adi ???? ato inikah yang namanya rasa kagum menutupi akal sehat ????
[Tentang dia biasa berbicara, bergurau dan berdiskusi dengan nyaman tanpa perasaan negatif, walah …. lu kate si budi ini robot ???? there is no such things oiii …. .]
tentu saja kedengarannya ga masuk akal tanpa tau kalo sebelumnya ada proses “release”. sebelum proses “release pun ada proses “pemaknaan” – input emosi positif untuk dapat “memaafkan” orang lain maupun diri sendiri. kemudian dari hal tersebut timbullah “kebijaksanaan”…
[Malah aku bahasnya sangat-sangat manusiawi lho ….] yah, menusiawi banget. tapi sepakat ga kalo dikatakan manusia juga mempunyai sifat-sifat ilahiah turunan?
[Soal kesurupan, hmm..meneketehe! >>> gw gak bahas dari sisi metafisika-nya , masa gak bisa keliatan kesalahannya si Adi ????] beneran ga tau karna belon baca postingan “kesurupan”nya om Adi…hehehe…soal background penderita “kesurupan” ntu kayaknya kurang valid karna digeneralisasikan…
[ato inikah yang namanya rasa kagum menutupi akal sehat ????] hmmm, ga penting siapa dia…yang penting gw bs ambil pelajaran ato ga dari apa yg dia katakan ato lakukan…that’s the point.
dalem ….. dalemm …. dalem ….
tentu saja kedengarannya ga masuk akal tanpa tau kalo sebelumnya ada proses “release”. sebelum proses “release pun ada proses “pemaknaan” – input emosi positif untuk dapat “memaafkan” orang lain maupun diri sendiri. kemudian dari hal tersebut timbullah “kebijaksanaan”… >>> hemm … hemm … proses release itu yg gw maksud tidak manusiawi ….. (maaf nech … kayaknya mirip2 suatu agama dech …… , mungkin hindu ato budha yach ??? )
yah, menusiawi banget. tapi sepakat ga kalo dikatakan manusia juga mempunyai sifat-sifat ilahiah turunan? >>> weiitttssssssss …….. bagus dibahas nech …
beneran ga tau karna belon baca postingan “kesurupan”nya om Adi…hehehe…soal background penderita “kesurupan” ntu kayaknya kurang valid karna digeneralisasikan… >>> baca dunk
hmmm, ga penting siapa dia…yang penting gw bs ambil pelajaran ato ga dari apa yg dia katakan ato lakukan…that’s the point. >> gak salah tuch ??? beberapa hadist dianggap gak sahih bukan karna isinya yang salah …. karna yg menulisnya dianggap gak bisa dipercaya (padahal …. ada satu kasus …. dia cuma membohongi ayamnya ….)
[beberapa hadist dianggap gak sahih bukan karna isinya yang salah …. karna yg menulisnya dianggap gak bisa dipercaya]….kenapa ga dipercaya?pasti ada track record penulisnya (perkataan atau tindakan) yang bertentangan dgn kebenaran (Al Qur’an) dan kemaslahatan…
Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tak ingin Allah mengampunimu ? Dan Allah Maha Pengampun lagi Penyayang (QS 24 :23). Suatu ketika, Rasullah SAW berkumpul dengan sejumlah sahabat dan bersabda ,’ Maukah kalian saya beritahukan tentang sesuatu yang denganya Allah memuliakan (manusia ) dan mengangkat derajatnya ?’ Serempak mereka menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Lalu utusan Allah ini melanjutkan, ‘ Kalian bersabar terhadap orang yang tidak mengenalmu. Kalian memaafkan orang yang pernah menganiayamu. Kalian memberi (sesuatu) kepada orang yang tak pernah memberimu. Dan kalian menyambung kembali tali silaturrahmi orang yang telah memutuskannya denganmu.’ Nabi Muhammad SAW sendiri dikenal sebagai orang yang sangat pemaaf. Ketika diminta untuk mengecam dan mengutuk orang-orang musyrik, beliau justru menolaknya, seraya berkata,’Aku tidak diutus sebagai tukang kutuk, tetapi sebagai pembawa rahmat buat semesta alam.’ (HR Muslim) Dalam hadis lain Nabi Akhir zaman ini berkata ,’ Tidak ada kelembutan yang paling disenangi Allah melebihi kelembutan dan kasih sayang seorang pemimpin. Dan tidak ada kebodohan yang paling dibenci oleh Allah melebihi kebodohan dan kepandiran seorang pemimpin.’ Tidak ada kelembutan yang paling disenangi Allah melebihi kelembutan dan kasih sayang seorang pemimpin. Dan tidak ada kebodohan yang paling dibenci oleh Allah melebihi kebodohan dan kepandiran seorang pemimpin.’ Untuk itu Rasulullah SAW telah memberi teladan yang pas. Sampai-sampai Allah memuji jiwa kepemimpinannya, bahwa beliau adalah seorang lembut, tidak keras dan pemaaf. Bahkan selanjutnya Allah menyebut bahwa Rasulullah SAW tidak hanya pemaaf melainkan juga suka meminta maaf kesalahan umatnya kepada Allah. Kemudian beliau merangkul mereka dengan cara mengajak ikut serta dalam musyawarah (Ali Imran 159). Simak pula sikap sahabat Nabi, Abu Bakar Shiddiq. Untuk menghancurkan kekuatan umat Nabi Muhammad SAW, tokoh munafik Abdullah bin Ubay menyebarkan fitnah, bahkan Siti Aisyah telah berbuat negatif. Cepat sekali issu itu menyebar. Sampai-sampai Abu Bakar sebagai ayah dari Siti Aisyah menjadi gelisah, lantaran sahabat karibnya Masthah juga ikut menyebarkan berita tidak enak tersebut. Padahal selama ini Masthah telah banyak dibantu kebutuhan hidupnya oleh sahabat utama Nabi itu. Semula Abu Bakar sudah ingin memutus tali silaturrahim dengan sahabat karibnya Masthah. Ternyata niat Abu Bakar ini tidak diperkenankan Tuhan. Lalu turunlah ayat di atas. (QS 24:22). Dan menjadi lembutlah hati Abu Bakar. Sikap khalifah pertama ini bercermin pada perilaku uswah hasanah Rasulullah SAW. Nabi tak pernah dendam, dengki, atau benci, sekalipun hati beliau sering disakiti karena berkali-kali ditimpa hasutan dan fitnah orang kafir dan musyrik Quraisy. Malah beliau bersikap baik dan memaafkan, termasuk kepada Abdullah bin Ubay tadi. Dengan teguran ayat Al Quran 24-22 itu, Abu Bakar segera memaafkan kerabatnya Masthah. Ia kembali berhubungan dengan memberikan bantuan kepadanya seperti sedia kali, sambil berkata,’ Aku suka Allah memberikan ampunan kepadamu.’ Menebar rasa cinta kasih dan pemaaf haruslah menyeluruh, tidak pandang bulu, bahkan kepada para preman atau bangsat sekalipun. Kepada mereka, kita tidak boleh mengutuk dan mengumbar dendam. Rasulullah SAW bahkan, menyuruh kita prihatin dan mendoakan mereka :’ Ya Allahumma irhamhu, Allahumma tub alaihi’ (Ya Allah, kasihanilah dia. Ya Allah, ampunilah dia). Kasih sayang dan pemaaf juga berarti kita berharap agar seseorang kembali kepangkuan ilahi. Seorang sufi Syaqiq Al Zahid mengatakan ,’ Pada saat kamu teringat atau bertemu orang jahat, kemudian kamu tidak merasa belas kasihan kepadanya, berarti kamu lebih jahat dari dia.’ Dalam satu hadis disebutkan bahwa salat dan puasa belum cukup membawa seseorang ke surga sampai dadanya bersih dari dendam, hatinya penyayang, dan berbelas kasih terhadap sesama. Khalifah Umar bin Abdul Aziz menjelaskan, amal yang paling disenangi Allah SWT ada tiga, ‘ Memberi maaf sewaktu sempat membalas dendam, berlaku adil saat emosi, dan menaruh belas kasihan terhadap sesama hamba Allah.’ Sesungguhnya sikap lapang dada dan sikap saling memaafkan satu sama lain merupakan salah satu ajaran moral Islam yang mesti dijunjung tinggi. Allah SWT menyebut kesadaran untuk menahan diri dan kesanggupan memberi maaf tersebut sebagai bagian dari ciri dan indikator keimanan dan ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT (QS 3:134
ntu copas dr http://sawungteteh77.multiply.com/reviews/item/13
no offense, bro
dalem ………..
hmmm, ga penting siapa dia…yang penting gw bs ambil pelajaran ato ga dari apa yg dia katakan ato lakukan…that’s the point. >>>> kenapa ga dipercaya?pasti ada track record penulisnya (perkataan atau tindakan) yang bertentangan dgn kebenaran (Al Qur’an) dan kemaslahatan…
nah loh … itu bertolak belakang wakakakaka …..
hmmm, ga penting siapa dia…yang penting gw bs ambil pelajaran ato ga dari apa yg dia “katakan ato lakukan”…that’s the point. >>>> kenapa ga dipercaya?pasti ada track record penulisnya “(perkataan atau tindakan)” yang bertentangan dgn kebenaran (Al Qur’an) dan kemaslahatan…
sekedar sharing pemahamanku ttg statemen diatas…
“track record” (perkataan dan tindakan sebelumnya) dan “penulis” itu terdiri dari 2 hal; track record (predikat) dan penulis (subjek)
perkataan dan tindakan (predikat) seringkali tidak mencerminkan siapa orang (subyek) itu…contohnya seorang Ulama atau tokoh masyarakat…siapapun dia (mereka menyandang gelar atau nama yg hebat) tapi perkataan dan tindakan mereka tidak sejalan. jadi melihat seseorang bukan atas nama gelar, jabatan atau apapun) tapi atas integritas kata dan tindakannya
thanks
wakakakakkakakakaka ……… ibu serem ehh seren cocok jadi caleg nech … pinter ngeles wakakakakkakka
)
wkwkwkwk..vote for me yah! :-p
well, i’ll take it as compliment too..hehehe