Sebuah cerita, yang terinspirasi dari seorang sahabat.
################################
Sa i go no kisu wa taba ko no flavor ga shita
Niga kute setsunai kaori
Ashita no imagoro ni wa
Anata wa doko ni irundarou
Dare wo omotterundarou
First Love-nya Utada Hikaru mengalun lembut ditelinganya, sebuah mp3 player murahan yang ia beli beberapa waktu yang lalu selalu setia menemaninya kemanapun ia pergi.
You are always gonna be my love
Itsuka darekato mata koi ni ochitemo
I’ll remember to love you taught me how
You are always gonna be the one
Ima wa mada kanashii love song
Atarashi uta utaeru made
Kata-kata itu begitu bergema dalam hatinya, menyebabkan echo yang berulang dan berulang yang nyaris tanpa henti. Suasana hatinya memang sedang gundah. Kegundahan itulah yang membuat ia dan motor butut setianya mengelilingi kota kesayangannya ditengah dinginnya malam.
Ia sendiri bingung mengapa itu terjadi lagi, ia sendiri bingung mengapa rasa itu harus menghampirinya lagi. Sepertinya sudah cukup lama rasa itu hilang tak berbekas, sepertinya sudah cukup lama rasa itu tidak mampir lagi didalam lubuk hatinya.
Malam itu terasa hampa baginya, bintang-bintang yang berkelap-kelip tidak lagi nampak indah seperti biasanya, yang terasa hanya perih yang semakin menyanyat seiring malam yang semakin larut.
Brum… brum … deru motor tuanya berhenti ditepi jalan. Ia melepas helm-nya, duduk disamping motornya dan membakar sebatang rokok kesukaannya. Aroma bensin tercium jelas dari arah motonya bercampur dengan rasa rokoknya bercampur dengan kental.
Ia membiarkan dinginnya malam menerpa seluruh tubuhnya, jaket kesayangannya pun ia lepas.
You are always gonna be my love
Itsuka darekato mata koi ni ochitemo
I’ll remember to love you taught me how
You are always gonna be the one
Mada kanashii love song
Now and forever
……………………….
………………………….
……………………………….
Ia biarkan kesunyian malam itu membalut semua rasa, luka dan kehimpitan yang ia sedang rasakan. Ia biarkan gelapnya malam menelan semua kegundahan dan resah dalam hatinya. Ia membiarkan seluruhnya hanyut.
Thank you, thank you, thank you, you’re far too kind
Now can I get an encore, do you want more
Cookin raw with the Brooklyn boy
So for one last time I need y’all to roar
Now what the hell are you waitin for
After me, there shall be no more
So for one last time, nigga make some noise
Nada dering berbunyi dari telepon selularnya, tanpa melihat siapa penelponnya, ia langsung menolaknya, dan kemudian mematikan teleponnya.
Ia cuma ingin menikmati malam itu, ia cuma ingin membiarkan malam dengan gelap dan dinginnya meraup semua yang sedang berkecemuk dalam hatinya ……………. . Ia cuma bisa membiarkannya saja.
Ia mulai membakar batang rokoknya yang kedua. Sambil tersenyum pahit, melihat persediaan rokoknya yang mulai menipis. Asap-asap rokok itu bermain-main diterpa lembutnya angina malam dan menghilang secara perlahan dari pandangannya. Sebuah kenyataan yang semakin membuat miris perasaannya.
Dihisapnya dalam-dalam rokoknya dan kemudian ia semburkan perlahan asap rokoknya kearah rokoknya, yang membuat baranya semakin terang, seperti secercah cahaya kecil yang saat itu rasanya cukup baginya, cukup baginya di gelapnya malam itu.
Angannya menerawang entah kemana.
Tachidomaru jikan ga
Ugoki dasouto shiteru
Wasureta kunai kotobakari
Ashita no imagoro niwa
Watashi wa kitto naiteru
Anatawo omotterundarou
Lirik demi lirik First Love-nya Utada Hikaru membantu membawa angannya menerawang jauh, jauh entah kemana, ia membiarkannya saja. Entah sudah berapa kali lagu itu berulang dan berulang dan berulang terus tanpa ia menggantinya.
You will always be inside my heart
Itsumo anata dake no basho ga aru kara
I hope that I have a place
in your heart too
Now and forever you are still the one
Ima wa mada kanashii love song
Atarashii uta utaeru made
Sebuah sinar terang lampu mobil seakan membawanya kembali dari entah dimana angannya menerawang tadi. Ia cuma tersenyum kecut saja. Matanya melihat sekeliling, yang ada cuma aspal jalan, dibelakangnya, rumput-rumput yang nyaris setinggi pinggang manusia dewasa.
Ia merebahkan badannya, matanya menatap langit yang penuh dengan bintang-bintang, bintang yang berkelap-kelip dengan genitnya, yang biasanya merupakan keindahan dan kenikmatin baginya, kali ini, semuanya nampak hampa.
Sekarang ia kembali membakar rokok yang ketiganya. Rasanya pun semakin hambar. Matanya menerawang liar memperhatikan bulan dan bintang-bintang yang bertaburan tanpa awan yang menghalangin cahaya mereka.
Sa i go no kisu wa taba ko no flavor ga shita
Niga kute setsunai kaori
Ashita no imagoro ni wa
Anata wa doko ni irundarou
Dare wo omotterundarou
You are always gonna be my love
Itsuka darekato mata koi ni ochitemo
I’ll remember to love you taught me how
You are always gonna be the one
Ima wa mada kanashii love song
Atarashi uta utaeru made
Tachidomaru jikan ga
Ugoki dasouto shiteru
Wasureta kunai kotobakari
Ashita no imagoro niwa
Watashi wa kitto naiteru
Anatawo omotterundarou
You will always be inside my heart
Itsumo anata dake no basho ga aru kara
I hope that I have a place
in your heart too
Now and forever you are still the one
Ima wa mada kanashii love song
Atarashii uta utaeru made
You are always gonna be my love
Itsuka darekato mata koi ni ochitemo
I’ll remember to love you taught me how
You are always gonna be the one
Mada kanashii love song
Now and forever
Kembali mengalun ditelinganya First Love-nya Utada Hikaru tanpa ada yang mengganggunya kali ini. Ia tersenyum. Membakar lagi sebatang rokoknya, memasang helm half-face-nya, dan …………….
“Waktunya untuk tidur ………….” batinnya dalam hati.