Bandwidth Management (Pengaturan Bandwidth) tanpa Mikrotik

(GNU/Linux disini kita sebut distro Linux atau Linux saja, cape gw nulisnya lengkap-lengkap)

(tutorial ini diperuntukkan untuk umum, jadi bagi yang merasa udah jago harap sabar2 aja membacanya :) karna bahasa yang digunakan semi teknis, dan untuk konfigurasinya, gw coba buat sesederhana mungkin ).

Ok, sebelum kita mulai kita siapkan bahan-bahannya :

1. Linux box (gw pake distro openSUSE 11.3)

2. Koneksi Internet (misalnya lu pake Speedy), anggap aja yang 1 Mbps

3. LAN

3. Modem ADSL (modem speedy)

4. Switch

1. Linux box kita mempunyai 2 LAN Card (NIC = Network Interface Card), satu yang terhubung ke LAN satunya lagi ke modem ADSL/modem speedy. Yang terhubung ke LAN kita sebut saja dengan NIC 1 (di Linux disebut dengan eth0, eth = ethernet = LAN Card = NIC), yang terhubung dengan modem speedy kita sebut saja Nic 2 (eth1).

Continue reading

Informix trouble shooting

Pernah dengar soal informix ?????

Belum ???? aduh kasian dech :) //gw juga baru tau ada barang ginian …. gak ding becanda ….

Hari ini rencananya aku mau urus **** (maaf harus di sensor) di ****** (ini juga), karna bokap udah wanti-wanti dari kemarin. Yach, setelah sholat Jum’at aku langsung meluncur ke ******. Sebelum sampePak Adi nelpon.
Pak Adi : “Selamat pagi (beliau emang selalu gitu, biar siang, sore, malam selalu bilang selamat pagi), Opreker dikau lagi dimana ?”;
Continue reading

Linux != Open Source

Yoo …. sebelumnya aku nggak bakal nyangka kalo bakal sebanyak ini tanggapannya, jadi postingan ini dibagi dua bagian.

1. bagian pertama berisi data-data yang diperlukan

2. komentar balasan buat komentar-komentar kalian semua, btw makasih udah mau singgah disini yach :)

//bagian pertama —– start here —–

Yah, Linux != Open Source ………

Bisa baca disini = http://www.gnu.org/philosophy/free-software-for-freedom.html

Jelas banget si Stallman mengatakan GNU/LINUX BUKAN OPEN SOURCE tapi FREE SOFTWARE

Sayangnya …. sekali lagi sayangnya banyak Linuxer yang ngaku-ngaku senior, ato emang udah senior, ato ngaku-ngaku geek masih nyebut Linux itu Open Source …….. wake up boys……… katanya Linuxer ….. katanya Linuxer itu banyak membaca ??? masa hal sepenting itu kelewatan membacanya ??? Aneh ………. :) . Jangan pernah ngaku Linuxer kalo masih nyebut Linux itu Open Source !!!!!!!!!!!

itu saja dulu buat sekarang :) …. gtg mo ke client :)

Continue reading

2 Ip Address 1 Nic

Baru-baru ini, aku menginstall RHEL 5 (lagi :-) ), ada beberapa rintangan yang harus aku hadapi, tapi kali ini bukan menceritakan tentang rintangan itu (mungkin :-) ), kali ini aku cuma mau sharing aja tentang apa yang aku baru ingat (lagi :-) ).

Seseorang (ketika aku lagi menginstall RHEL 5) bertanya “bisa gak linux punya 2 IP dengan 1 Lan Card ?, setauku sech di windows bisa loh” tanyanya sambil senyam-seyum (grrrrr …..). Aku sech awalnya cuek aja, abis lagi pacaran ama RHEL 5 dengan spesifikasi yang menggiurkan (hhiiihihhiihih).

Tapi akhirnya, setelah orang itu pergi aku menjawab “bisa kok”. Dan itu sangat gampang bin cepat lho.

Continue reading

Linux dan Telkomselflash

Sekitar sebulan yang lalu aku mendapat sebuah project :-) , terima kasih kepada Bunda Rina (Telkomsel RAM regional SUMALIRJA) ,Anton Mahendra (Telkomsel RAM regional SUMALIRJA – Support) dan Andi M. Tauhid (thx atas pinjaman TelkomselFlash-nya :-) )(Telkomsel RAM regional SUMALIRJA – Support), sekalian aja aku ucapkan selamat kepada Pak Yose “Babe” atas kepindahannya ke Telkomsel HQ di Jakarta (semoga selalu sukses yach Pak :-) ), yang telah menawarkan sebuah pekerjaan yang cukup menantang :-) . Kenapa aku bilang menangtang ? karna pada dasarnya sudah lama aku tidak “main” di system maupun jaringan secara intens, 4 tahun belakangan aku lebih banyak bermain di programming, itu pula web programming, walahhh ….. waktu mereka (bunda Rina and my bro Anton) bilang mengenai project ini, aku sih cuma cengar-cengir aja (dalam hati sih deg-degan abis hehehhehe), gimana tidak, dns, dhcp, terakhir aku sentuh tahun 2001 atau 2002 :-) .

Ahh…. dari pada aku mengecewakan mereka, aku terima aja project itu (dengan segala konsekuensinya :-( , mau gak mau aku harus banyak ngoprek — itu khan hobiku heheheh — yang berarti time consuming banget, yang berarti lagi jadwal maen ps-ku berkurang drastis — udah berkurang drastis sech sejak si aso pulkam :-( — , the point is I like it :-) ), setelah ngoprak-ngoprek kiri dan kanan aku sempat mendapat jalan buntu, karna si RHEL 5 ku ternyata tidak bisa membaca si Huawei E220 secara sempurna, gubrak gak tuch, siapa yang gak kecewa dan nyaris patah hati, doi tuch andalan gw, hati gw dan harapan gw plus kebanggaan gw yang sering secara langsung atau tidak aku “tabrakkan” dengan distro-distro lain (wait a minute, distro disini berarti distribusi Linux, bukan distro-distro baju, yach, dalam dunia GNU/Linux istilah distro sudah lama dipakai jauh sebelum istilah distro untuk baju dipakai, so jangan sok mengaku-ngaku kalo istilah distro untuk baju itu lebih duluan ada, makanya bacaaaaaaaaa oiiiiii, jangan sok gaya-gayaan doang, uppss hehehehe )

Continue reading