Apartment – part 1

Disebuah mobil, sekelompok anak muda baru saja pulang dari clubbing, tiga cowok dan dua orang cewek, malam di Jakarta memang tidak ada bedanya dengan siang, apalagi pas weekend. Renyah mereka tertawa-tawa, kadang-kadang sampai terdengar sampe keluar mobil.

Tiba-tiba salah satu dari mereka nyeletuk.

“Loe pade’ gak seharusnya takut ama pocong” katanya dengan wajah yang penuh dengan keseriusan. Teman-temannya yang lain langsung terdiam, tema ini entah munculnya darimana, tapi seperti biasanya dikelompok itu, mereka menyimak dengan seksama.

“iya …. ngapain lu takut ama pocong? jalan aja susah, tull gak …. tul gakk ?” dan disambut dengan tawa riuh dari teman-temannya yang lain.

“Bisanya loncat doang, mana palanya di ikat lagi, kayak candy ….. apaaanya yang seram?” ia semakin bersemangat. Dan pastinya kalimat tersebut mengundang gelak tawa yang lebih besar lagi. Lalu mulailah teman-temannya yang lain menambahkan dan tawa kembali terdengar dari mobil tersebut.

Satu persatu teman-temannya telah ia drop dirumahnya masing-masing, isi mobil itu tinggal mereka bertiga.

“Yon, nanti temenin gw yach naek ke apartment gw” pinta Reika.

“Kenapa emangnya Ka?” timpal Yon.

“Ahhh ….. lu takut yahhhhh ?” goda Endo. Yon menyambutnya dengan tawa.

“Ahhh ngehek loe pade, semenjak kebakaran tiga bulan yang lalu, selalu aja ada muncul macem-macem tuch” Reika mulai membuka cerita.

“Ada yang dengar suara anak kecil lah …… ada yang ngelihat tembok yang penuh darah lah ….. pokoknya gw gak enak dah mo cerita lengkapnya”

“Yah ….. ama anak kecil aja takut loe, pitak aja palanya” ujar Yon.

“Pala lu peyang mitak pala gituan” balas Reika.

“Tenang aja, nanti gw temanin elu dah” kata Endo.

Mobil mereka akhirnya sampe di apartment Reika, dengan pelan mereka mencari parkiran di basement apartment.

“Set dah Ka’, susah bener nyari parkiran disini”ujar Yon mulai gak sabaran menyetir.

“Turun aja lagi, biasanya di B3 agak lowong tuh”.

Dan mereka pun turun ke lantai yang lebih bawah lagi, di B3, suasananya agak beda dari lantai sebelumnya, tidak terlalu banyak lampu yang nyala, mungkin karna jarang di pergunakan.

“No. .. disono aja, gak terlalu jauh dari pintu masuk” kata Reika sambil menunjuk sudut yang dia maksud. Yon pun mengarahkan mobilnya kearah tersebut. Setelah sampai, Endo dan Reika langsung keluar dari mobil.

“Loe tunggu aja dulu disini yach Yon, gak lama kok” kata Reika sambil menarik tangan Endo, “Ayo buruan, itu rokok matiin aja napa, gak boleh ngerokok didalam Do”. Yon cuma mengangguk pelan, ia membuka sedikit pintu dan jendela mobilnya, kemudian menyalakan PSP Go-nya.

Tidak lama kemudian, battery PSP GO-nya habis, dia cuma bisa mengutuk-ngutuk sendiri, kemudian mengeluarkan Blackberry-nya, ternyata sinyal tidak tembus sampe di tempat itu. Hidungnya naik turun, ia seperti mencium aroma terbakar, seperti rambut yang terbakar. Sambil membatin ia keluar dari mobil.

Seperti mengendus-endus ia seolah-olah berusaha mencari dari mana asal aroma tersebut. Ia mengelilingi mobilnya, setelah dua kali berkeliling, ia kembali duduk lagi di dalam mobilnya, ketika ia lagi bersender, hidungnya kembali mencium aroma itu, seperti jelas sekali ia rasakan. Menoleh kekiri dan ke kanan, namun tak kunjung juga ia temukan sumber aroma tersebut.

Mencoba rilek dengan bermain dengan gadget-nya, tapi itu tidak berlangsung lama, karna ia malah semakin terganggu dengan aroma tersebut. Ia starter mobilnya, lampu mobil ia nyalakan, kemudian ia berputar, berharap menemukan sumber aroma tersebut.

“Damn …. ” ia membatin, kemudian ia kembali memarkir mobilnya. Ia keluar dari mobilnya, dan menuju pintu yang tadi masuki oleh Reika dan Endo. Ia coba tarik pintu itu, agak keras pada awalnya, tapi akhirnya ia berhasil membukanya.

Jalan yang ia lewati, seperti lorong, agak kecil, mungkin cukup hanya untuk 2 orang lewat pada saat bersamaan, seperti emergency exit pada umumnya. Tapi yang satu ini agak panjang, ia bahkan tidak melihat dimana pintu keluarnya. Ia percepat langkahnya, sambil sesekali melihat ke arah Blackberry-nya, berharap mendapatkan sinyal.

Akhirnya ia mendapatkan pintu keluar itu.

“Hufff …..” ia menghela nafas, sambil mengusap keringat yang mulai mengucur di dahinya. Dikiri kanannya, terdapat pintu apartment dengan nomor-nomornya. Sambil berjalan, ia dengan serius memperhatikan nomor-nomor tersebut. Dan dia mengambil kesimpulan bahwa, ia masih harus naik satu lantai lagi. Tidak jauh dari tempat ia berdiri, ia melihat pintu elevator.

Ketika ia keluar dari elevator tersebut, matanya tertumbuk pada nomor yang ada pada pintu yang berada tepat di depannya. 210. Setengah tidak percaya, ia mengucek matanya, berharap yang ia lihat itu salah. Ia melangkah keluar, mendekati pintu tersebut. Perasaannya mulai semakin tidak tenang.

Ia melangkah kembali ke elevator tersebut, menolehkan keatas, karna kaget, ia mundur. Angka yang terdapat di elevator tersebut cuma angka 2. 2 2 2 2 2 2 , itu urutan angka di elevator tersebut.

Nafasnya mulai memburu, matanya semakin liar menatap kiri dan kanan, sialnya, aroma yang ia cium tadi kembali menghinggapi hidungnya. Terngiang di telinganya kata-kata Reika tentang anak kecil, ia tersenyum kecut, sambil membatin “Mana gw bakal takut ama bocah”.

Selesai membatin, ia mendengar suara lengkingan anak kecil, begitu tiba-tiba sehingga membuatnya membatu, ia terdiam, tidak bergerak, ekor matanya melihat anak kecil sedang berlari menjauhinya, ia cuma melihat sekilas punggung anak kecil tersebut.

“Fuck …..” ia setengah berteriak, “Gak mungkin gw ditakut-takutin anak kecil” ia kembali membatin. Tapi ia merasakan seluruh tubuhnya gemetar, tangannya mulai berkeringat. Tiba-tiba, bulu kuduknya berdiri, spontan, ia berlari ….. ia berlari dan terus berlari ……. , berlari sekencang yang ia bisa.

Ketika ia merasa cukup, dan nafasnya mulai terengah-engah, sambil berjongkok, seolah-olah matanya dipaksa melihat satu sudut tertentu, ia mengikuti kearah tersebut, dan matanya seperti terbelalak ketika ia melihat nomor di pintu itu, 210.

-bersambung-

YOU’RE NOT THAT SPECIAL!!!!

You Are NOT THAT SPECIAL!!!

Kamu merasa spesial ? Pikir ulang lagi dech.

Kita sering sekali mendengar kalimat seperti ini (atau yang sejenisnya) “Ahh … kamu gak akan mengerti dech” ato “Sudahlah, orang-orang tidak akan memahami apa yang aku rasakan”

Weits …. sombong amat lu jadi orang.

Weits … jangan protes dulu!!!

Terkadang…upsss… sebenarnya sech sering sekali, diantara kita mengucapkan kalimat yang isinya secara langsung ato tidak langsung menganggap orang lain tidak akan mengerti jalan pikiran kita atau apa yang kita rasakan. Entah itu karna suatu kejadian atau sebuah buah pikiran yang tiba2 saja muncul atau terlintas.

Dan terkadang, jika ada orang lain yang mencoba untuk mencari tau apa yang elu rasain atau yang elu pikirin, dengan entengnya elu2 pade menjawab seperti ini (atau yang sejenisnya) “Sudahlah, gak usah maksakan diri, elu gak akan mengerti”.

Kalimat pembantahan tadi, sebenarnya kalimat yang berupa benteng atau pintu, yang secara langsung, menutup akses bagi orang lain untuk mencari tau lebih jauh. Memang, ada beberapa alasan kuat, seperti privasi, atau bisa juga rahasia.

Tapi kalo itu privasi dan rahasia, kenapa juga harus muncul di permukaan dan di ketahui oleh orang lain, JUST KEEP YOUR F#CKIN’ PRIVACY AND YOUR SECRET IN YOUR F#CKIN’ ROOM!!! GET A F#CKIN’ ROOM AND LOCK YOUR SELF THERE!!!!, betul khan ?

Kalo itu privasi dan rahasia, kenapa pula harus elu tampakin ama orang lain hayoo, gak jelas loe!!!

Ok, next.

Sespesial apa sih elu merasa ? The only one ? get your self together lah!!!!.

Elu bukan mahluk berjudul manusia yang ada dimuka bumi ini, yang elu lalui, rasakan, pikirkan juga bukan yang pertama kalinya terjadi, so, what in the earth make you think that you’re that special ?

Elu gak spesial!!!

Elu ngerasa gak yang bisa mengerti apa yang elu rasain atas pikiran dan pengalaman yang elu lalui ? huhhh …. terlalu naif lah …., elu sekolah, elu belajar, elu bernafas, elu makan, elu berpikir, elu merasa, loe kira orang lain kagak bisa mengerti itu semua ? Heyy you!!!! GOBLOK!!!!!

Kalo elu benar merasa sespesial itu, coba, utarakan satu pengalaman, ato pikiran yang (kalo elu berani) yang menurut elu orang lain tidak akan mengerti, tapi, sepertinya hal itu tidak akan terjadi, karna dengan menutup akses itu, dengan sendirinya elu akan tetap bisa berkata “elu kagak paham”, yang sebenarnya itu hal yang semu, karna begitu elu coba beberkan, dengan sendirinya, pemikiran dan perasaan yang elu alami itu, akan mendapatkan “teman” dari orang2 yang ada.

AGAIN, YOU’RE NOT THAT SPECIAL!!!! EAT THAT!!!

[TUTOR][BASIC SKILL]Cara mendownload Video dari Youtube tanpa aplikasi tambahan (Firefox)

Pada postingan ku yang sebelumnya [TUTOR][BASIC SKILL]Cara mendownload Video dari Youtube tanpa aplikasi tambahan

Kali ini kita akan membahas cara mendownload video dari www.youtube.com menggunakan Firefox.

1. Pertama Firefox-mu, buka about:cache

2. copy cache directory-nya

Continue reading

[TUTOR][BASIC SKILL]Cara mendownload Video dari Youtube tanpa aplikasi tambahan

Ok, boyz n girlz sekarang saatnya kita memulai tutorial baru, sekarang kita akan membahas bagaimana mendownload video dari youtube tanpa aplikasi tambahan, tanpa IDM, tanpa aplikasi lainnya, kenapa harus terbatasi dengan menggunakan aplikasi lain kalo web browsermu (Opera) sudah lebih dari cukup ?

1. pertama siapkan opera (download di http://www.opera.com/download/)

2. Buka opera, bersihkan cache-nya

Lalu ikuti langkah di foto berikutnya

Continue reading

Bandwidth Management (Pengaturan Bandwidth) tanpa Mikrotik

(GNU/Linux disini kita sebut distro Linux atau Linux saja, cape gw nulisnya lengkap-lengkap)

(tutorial ini diperuntukkan untuk umum, jadi bagi yang merasa udah jago harap sabar2 aja membacanya :) karna bahasa yang digunakan semi teknis, dan untuk konfigurasinya, gw coba buat sesederhana mungkin ).

Ok, sebelum kita mulai kita siapkan bahan-bahannya :

1. Linux box (gw pake distro openSUSE 11.3)

2. Koneksi Internet (misalnya lu pake Speedy), anggap aja yang 1 Mbps

3. LAN

3. Modem ADSL (modem speedy)

4. Switch

1. Linux box kita mempunyai 2 LAN Card (NIC = Network Interface Card), satu yang terhubung ke LAN satunya lagi ke modem ADSL/modem speedy. Yang terhubung ke LAN kita sebut saja dengan NIC 1 (di Linux disebut dengan eth0, eth = ethernet = LAN Card = NIC), yang terhubung dengan modem speedy kita sebut saja Nic 2 (eth1).

Continue reading

A phone call

11 Maret 2011 20:36 WITA, kira2 jam segitu dech menurut jam gw, gw dapat telpon dari seorang sahabat, kaget juga sech waktu doi nelpon, kirain ada apaan, eh ternyata yang harusnya berpikir gitu tuch dia …. about my last posting (been deleted due to misunderstanding that may accour in future ) , dia nelpon gw, nanyain gw kenapa, hehehehee I’, totally fine sista :) , and thanks alot for asking :) …. again …. thanks a lot sista :)

Another Poems

Tuhan…

Engkau ciptakan cinta untuk kehidupan…

Jika ini sebuah kehidupan….

Ajarkan aku mencinta…

Seperti Engkau menggores wujud semesta dalam kanvasMu….

Seketika roh merasuki….

Diawal waktu berdetik…

Tuhan….

Ajarkan aku mecinta tanpa pamrih….

Seperti gunung kokoh menjulang papa….mentari, bintang dan rembulan menghias langit………………………….tanpa alasan……

 

####################

 

Dihari kau beranjak…..

Gerimis seperti halnya salju dibagian belahan dunia lain…

Hatiku sejuk disemilir angin yang membawa sisa bau khasmu…..

Kupesankan padanya pelikan untukmu, cukup sebuah pelukan tanpa hasrat, tanpa birahi…..

Karena ini kerinduan tak terputus…

Hujan berbicara dalam bahasa yang sama dimanapun ia memberi kahidupan….. Kutitipkan kecupan dalam tiap tetesnya….

Agar kau tetap dalam pencarian mimpi….

Ketika hatimu menemukan…

Dan alam menyatu kedalamnya………..

panggillah aku….

 

Catatan :

Dini hari ini, gw lagi ngebersihin file2 yang gw anggap gak perlu, ternyata, gw nemuin file dengan isi poem ini, tanggal di poem ini adalah 6 Mar 2003, created by NA.  Gw khawatir aja, jangan sampe file itu ilang ga jelas, jadi gw posting disini dech :) .

 

 

Léon: The Professional

Film ini udah lama banget, tahun 1994 loh , gw sendiri lupa kapan terakhir kali gw nonton film, tapi beberapa hari yang lalu, seorang sahabat memberikan film ini, akhirnya, gw nonton lagi dech ini film, jujur aja, film ini memberikan banyak inspirasi dalam hidup ku …

Dari yang gw petik sech ada beberapa point :

1. saat sesuatu stabil kita bisa mengeluarkan 100% kinerja kita

2. saat cinta melanda, semuanya akan kacau

untuk saat ini mungkin ini dulu yang bisa gw share apa yang ada di kepala gw :)

 

End of 2010

Tahun ini udah akan berakhir …….. semua sibuk masing, ada yang sibuk tutup buku, ada yang ribut dengan resolusi (emangnya monitor ? ).

Ahh …….. itu masalah mereka dech :P .

Tapi, tahun ini bagi gw pribadi adalah tahun yang kaya akan pengetahuan baru, pengalaman baru, tahun yang indah :)

Memang, ada beberapa bagian yang sulit dan berat di tahun ini, tapi secara keseluruhan tahun ini indah dan penuh makna :)

Penuh makna …… penuh pengalaman …… penuh keindahan ……. tahun ini indah ……. tahun depan juga indah :) .

Resolusi, tidak harus di akhir tahun atau di awal tahun dibuatnya, buatlah tiap hari, agar resolusi itu semakin kuat tiap harinya :) , itu menurut pendapat gw pribadi :)